Sejarah Bakpia Pathuk

sejarah dan proses pembuatan bakpia



SEJARAH
Bakpia sebenarnya berasal dari negeri Cina, aslinya bernama Tou Luk Pia, yang artinya adalah kue pia (kue) kacang hijau.
Selain itu pula bakpia mulai diproduksi di kampung Pathuk Yogyakarta, sejak sekitar tahun 1948.
Waktu itu masih diperdagangkan secara eceran dikemas dalam besek tanpa label, peminatnya pun masih sangat terbatas.
Proses itu berlanjut hingga mengalami perubahan dengan kemasan kertas karton disertai label tempelan.
Pada tahun 1980 mulai tampil kemasan baru dengan merek dagang sesuai nomor rumah, diikuti munculnya bakpia-bakpia lain dengan merek dagang nomer berlainan.
Demikian pesatnya perkembangan "kue oleh-oleh" itu hingga mencapai booming sejak sekitar tahun 1992.


PROSES pembuatan


Tentang sarana produksi, peralatan yang digunakan dalam pembuatan bakpia terutama dalam proses pengolahannya meliputi bak plastic, roller, meja, nampan. Pisau, timbangan, wajan, pengaduk, tungku, oven. Loyang , mesin pemecah biji, dandang, drum perendaman, mesin penggiling dan tumbu kecil.


Dalam pembuatan bakpia Pathok ada beberapa tahap yang perlu diperhatikan yakni persiapan proses ( penyiapan bahan baku ), pembuatan adonan, pembuatan kumbu/isi, pencetakan, pemanggangan, pendinginan dan pengemasan.

Pendinginan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya pengembunan saat produk dikemas yang dapat mengakibatkan penurunan daya simpan bakpia. Sebab, bila terjadi pengembunan dalam kemasan maka mengakibatkan tumbuhnya jamur.

Pendinginan bakpia dilakukan dengan meletakkan hasil pengovenan di atas tampah dan diletakkan di atas rak pendinginan bertingkat yang terbuat dari kayu. Rak pendinginan tersebut dibuat dlam keadaan terbuka serta tidak dilengkapi dengan penutup,tahap selanjutnya adalah pengemasan

Spoiler for detail:



Proses Produk Bakpia Pathok terdiri dari beberapa tahap
Adapun langkah-langkahnya dibagi menjadi 7 langkah utama yaitu:
1. Menjemur kacang hijau untuk menghilangkan kutu dan seleksi kacang. Memisahkan kacang dengan kulit kacang hijau.
2. Dipecah menjadi 2 bagian dan dicuci bersih. Lalu Direndam untuk pemisahan kacang hijau.
3. Pengukusan,
4. Digiling sampai lembut. Dimasak dalam mixer, dicampur dengan gula pasir secukupnya.
5. Pembuatan kulit. Bahan yang digunakan adalah, tepung terigu, gula pasir, air, minyak goreng. Diaduk dalam mixer. Proses ini dinamakan proses rolling, proses ini dilakukan sampai kalis. semakin lama semakin baik.
6. Proses pemanggangan.
7. Terakhir proses packing / pengemasan.


Sebelum dilakukan pemanggangan, bakpia yang sudah dicetak ditata dalam loyang. Untuk satu loyang kecil terdiri dari sekitar 54 buah dan untuk loyang besar kurang lebih 150

Sebelum melakukan pengovenan terlebih dahulu oven dilakukan pemanasan kurang lebih 30 menit atau sampai tercapai suhu yang diinginkan. "Pemanggangan dilakukan sekitar 5 menit. Nggak lama kok. Setelah 2 menit dilakukan pembalikan. Pembalikan di sini agar bakpia yang dihasilkan tidak mengalami kegosongan

Tampak Bakpia yang masih dalam keadaan panas dilakukan pendinginan di rak rak sebelum diletakan dalam keadaan ditumpuk tumpuk


klo ada yg mau mampir2 nih
Spoiler for lokasi:
tahukah Anda kalau pusat bakpia ini sebenarnya tidak jauh dari jalan Maliboro? Bagi yang sudah sering ke Jogja, mungkin lokasi ini sudah menjadi lokasi kunjungan reguler saat berkunjung ke Jogja.
Tapi buat yang belum, tidak akan sulit mencari daerah yang berada di sepanjang Jl. K.S Tubun ini.
Bertanyalah kepada tukang becak, andong, dokar, dan juga taksi yang Anda temui, maka Anda akan diantar sampai ke tujuan.
Daerah sentra pembuatan bakpia ini bernama Pathuk,terletak di tengah-tengah kota Jogja.
jika diantar oleh becak dan transportasi umum yang lain kecuali bis, besar kemungkinannya Anda akan diantar menuju toko yang sudah terkenal di jalan itu, atau mungkin toko yang dimiliki oleh teman atau saudaranya.
Di sepanjang Jl. K.S tubun ini memang berjajar toko oleh-oleh dengan bakpia sebagai daya tarik utamanya, tetapi bukan itu yang menarik.
Pathuk terkenal sebagai sentra pembuatan bakpia, jadi mayoritas warganya membuat bakpia untuk dijajakan.
Keterbatasan lahan tanah, dan tentunya biaya membuat warga di sekitarnya tidak bisa berjualan di toko, melainkan di rumah-rumah mereka masing-masing.
Anda tidak akan menemui merek bakpia terkenal di sana, tetapi Anda dapat berburu citarasa bakpia yang sesuai selera Anda dan keluarga.
Gang utama paling menonjol yang dapat anda kunjungi berada di sebelah kanan Jl. K.S Tubun dari arah timur.
Carilah terlebih dahulu gang yang di depannya terdapat plankat besar bertuliskan 'Sentra Makanan Khas Bakpia'.
Di gang itulah Anda dapat berjalan-jalan dan menemui banyak rumah yang siap dengan pemilik dan bakpia buatan mereka sendiri.


klo ada yg mau coba buat nih resepya :D
Spoiler for resep:
Bahan:

Bahan A:
250 g tepung terigu berprotein rendah (cap Kunci Biru)
75 ml minyak sayur
150 ml air
½ sdt garam

Bahan B:
250 g tepung terigu berprotein rendah (cap Kunci Biru)
150 ml minyak sayur

Isi :
100 ml minyak sayur
500 g kacang hijau kupas, kukus
500 g gula pasir
½ sdt vanili bubuk

Cara membuat:

Campur semua bahan A hingga rata. Sisihkan.
Campur semua bahan B hingga rata. Sisihkan.
Gilas adonan bahan A dengan gilasan kue hingga tipis.
Gilas adonan bahan B dengan gilasan kue hingga tipis. Potong menjadi
dua.

Taruh ½ bagian adonan B di atas adonan A, lipat lalu gilas.

Taruh sisa adonan B di atasnya, gilas kembali hingga tipis.

Gulung adonan hingga berbentuk silinder. Potong menjadi 2 bagian.

Potong-potong tiap bagian melintang 1 cm.

Tipiskan tiap potongan adonan, isi dengan adonan isi. Bulatkan hingga
rapi.

Taruh di atas loyang, semir dengan kuning telur, panggang dalam oven
panas selama 30 menit hingga kuning keemasan. Angkat dan dinginkan.

Isi : Panaskan minyak, masukkan kacang hijau, gula, dan vanili. Aduk-
aduk hingga licin dan rata. Angkat dan dinginkan.