Senyum: Antara Menyehatkan dan Tidak

Pernahkan anda tersenyum?
Ya, saya yakin anda pernah. Setiap orang di dunia ini, pasti pernah tersenyum, kecuali bagi yang tidak. Senyum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) didefinisikan sebagai gerak tawa ekspresif yang tidak beruara untuk menunjukkan rasa senang, gembira, suka, dan sejenisnya dengan cara mengembangkan bibir sedikit.
Senyum dalam kehidupan kita sehari-hari, memainkan peranan penting pada keseluruhan aspek kehidupan. Ketika kita sedang berbicara dengan seseorang, misalnya, seringkali kita atau pun lawan bicara kita melemparkan senyum untuk menunjukkan kedekatan, kegembiraan atau ketulusan. Maka wajar jika senyum kemudian dikatakan sebagai media termudah untuk mendekatkan antara kedua orang yang memiliki jarak berbeda. Senyum juga sering disebut sebagai jarak terpendek antara dua orang yang berbeda. Beberapa orang bahkan menyebut senyum sebagai seni yang tercermin dari kedamaian hati. Setidaknya hal itu benar juka kita melempar senyum kepada orang lain, maka orang itu juga akan merasa damai seperti kita.
Adalah Dr. Marita R. Inglehart, salah seorang pakar yang melakukan penelitian tetang senyum ini. Menurutnya, senyum ternyata mampu berdampak pada interaksi sosial, kepercayaan diri dan dapat mem(p)engaruhi bagaimana persepsi seseorang terhadap orang lain. Dengan demikian, benar apa yang sering disebutkan bahwa senyum memiliki dampak positif bagi siapa saja yang melakukannya. Bahkan, dalam konteks agama, senyum dikatakan sebagai ibadah karena sangking murahnya ia untuk dilakukan.
Ketika seseorang tersenyum maka senyum tersebut akan membuat suasana menjadi lebih cerah, mengubah mood orang di sekitarnya dan membuat semua orang menjadi senang. Orang yang suka tersenyum akan membawa kebahagiaan buat orang lain di sekitarnya. Kata sahabat saya, “sering-seringlah tersenyum, maka kamu akan disukai oleh banyak orang.”
Penelitian selanjutnya terkait senyum ini dilakukan oleh DR. Dewi Matindas. menurut pakar psikologi yang satu ini, senyum merupakan pertanda awal bahwa seseorang siap dan terbuka untuk menerima orang lain.
Sering kita melihat bukan, ada orang yang selalu tersenyum ketika bertemu dengan orang lain. Itu artinya bahwa ia memiliki kemampuan intrapersonal dan interpersonal yang baik.
Memang, terkadang ada beberapa orang yang sulit bila tersenyum. Masalah sulit senyum ini sebenarnya bisa dilacak dari apakah seseorang tersebut merasakan hidupnya bahagia atau tidak. Seringnya, orang yang bahagia, beban jiwanya menjadi lebih ringan sehingga lebih mudah untuk mengekspresikan senyum dari lubuk hatinya.
Ada dampak positif dan negatif dari senyum ini. Secara psikologis, senyum memang memiliki banyak dampak positifnya dari pada negatifnya. Di antara sekian dampak positif, antara lain yaitu bagi para pelakunya, senyum mampu mengurangi tingkat stres, meningkatkan kekebalan, memicu perasaan optimis, dan dapat meningkatkan hubungan baik dengan orang lain. Bagaimana dinamikanya? Orang yang merasa dirinya tidak tertekan, merasa dirinya yakin dengan apa yang dilakukannya, maka keadaan “jiwa” orang itu juga demikian. Artinya, apa yang ditunjukkannya secara fisik, maka itulah yang mencerminkan sisi psikologisnya.
Berbeda dengan senyum yang dipaksakan. Bagi sebagian orang yang merasa sulit untuk berbagi senyuman, maka biasanya ia dalam kondisi yang tertekan pula. Mungkin kita pernah mengalamai hal yang demikian ini. Sehingga, sahabat yang ada di samping kita bilang “kok kamu senyumnya kecut sih?” Ini yang kita perlu hati-hati. Meskipun kita sedang menghadapi masalah, misalnya, seberat apapun itu dalam hidup ini. Maka saranya adalah tetaplah tersenyum dan yakinkan pada diri kita bahwa kita mampu mengurangi beban dalam pikiran atau perasaan kita itu. Ingat, semua orang pasti punya masalah meski berbeda cara penyelesaiannya. Seberat apapun masalah dalam hidup ini, apabila kita hadapi dengan senyuman, secara psikologis beban itu telah terkurangi.
Masih ingat, bukan, senyum dalam konteks agama seperti yang disebut di atas?
Yup! senyum bernilai ibadah. Mengapa bisa demikian?
Karena senyum dianggap memiliki kesamaan dengan sedekah. Orang telah dianggap bersedekah hanya dengan tersenyum kepada orang lain. Tentu senyum yang dimaksud adalah senyum tulus, murni dan ikhlas.
Pun demikian, perlu diketahui bahwa ada penelitian terbaru yang mengungkap bahwa senyum palsu atau tidak dari dalam hati, dapat berpotensi menyebabkan suasana hati tertekan. Akbitnya secara emosional orang yang melakukan senyum dengan terpaksa akan merasa lelah. Jika hal ini terus dibiarkan, dalam jangka panjang, menurut Brent Scott--asisten profesor manajemen, Michigan State University, AS, bisa menyebabkan yang bersangkutan seolah-olah merasa kehilangan identitas pribadi.
Jadi, sudahkah kita tersenyum dengan tulus?

Sulit Tidur Awal Gangguan Jiwa


Apakah anda pernah mengalami sulit tidur ? Saya pernah dan rasanya memang tidak nyaman sekali. Pagi harinya kita tidak bisa beraktivitas maksimal dan merasa badan ini ada yang salah.
Walaupun hanya sehari saya merasakan tidak bisa tidur, namun perasaan tersebut sangat menyiksa. Tidak heran saya sangat memahami penderitaan para pasien yang mengeluh sulit tidur bahkan hampir berminggu-minggu lamanya.
Awal gangguan jiwa
Sulit tidur walaupun kesannya sepele namun dalam praktik saya sehari-hari seringkali merupakan pertanda adanya suatu kondisi gangguan kejiwaan yang mendasarinya.
Hampir jarang saya temukan sulit tidur berdiri sendiri sebagai suatu gangguan yang tanpa disertai gangguan kejiwaan. Biasanya orang yang mengeluh sulit tidur kebanyakan mengalami gangguan kejiwaan di antaranya adalah gangguan kecemasan, gangguan depresi, demensia dan gangguan psikotik (paling banyak skizofrenia).
Pada pasien yang mengalami gangguan kecemasan, biasanya pasien mengeluh sulit untuk memulai tidur. Rasanya sangat sulit untuk memejamkan mata karena pikiran yang terus ke sana ke mari. Jika tidur pun biasanya orang ini mengalami bangun di antara tidur-tidurnya dan kesulitan memulai tidur kembali.
Gangguan kecemasan termasuk di dalamnya adalah gangguan panik, gangguan cemas menyeluruh, gangguan cemas fobia, gangguan obsesif kompulsif dan gangguan stres pascatrauma.
Pada pasien yang mengalami gangguan depresi termasuk di dalamnya adalah gangguan penyesuaian bisa mengalami kesulitan dalam mempertahankan tidur. Orang depresi biasanya akan lebih cepat bangun di pagi hari. Ada pula yang merasa mengantuk hampir sepanjang hari dan tidak ada gairah, namun jika ditidurkan tidak bisa.
Pasien demensia ataupun orang lanjut usia yang sudah mulai mengalami kepikunan, Kesulitan Tidur sering juga dialami. Ini terkait dengan fungsi reseptor melatonin yang sudah berkurang jumlah dan sensitifitasnya sehingga orang tua banyak yang mengalami kesulitan tidur.
Sulit Tidur Pada Kondisi Fisik
Selain kondisi tidur akibat gangguan jiwa, beberapa penyakit juga sering dihubungkan dengan kesulitan tidur terutama sekali pada pasien-pasien yang mengalami gangguan paru-paru. Tidak heran orang yang mengalami gangguan paru-paru seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) yang bernapas pun sulit sering mengalami gangguan ini. Pasien dengan gangguan Asma juga sering mengalami hal ini.
Selain itu, pasien dengan gangguan berkemih yang biasanya pada pasien gangguan Prostat juga sering sulit tidur karena terganggu perasaan ingin kencing. Ada juga pasien kencing manis yang sering mengalami hal ini. Untuk itu kondisi medis fisik seperti ini juga perlu mendapatkan perhatian.
Untuk mengatasi  gangguan tidur, seseorang pertama kali perlu menganalisis apakah kesehatan tidurnya sudah baik. Hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan tidur antara lain :
1. Tidur pada jam yang relatif sama setiap malamnya
2. Tidak berolahraga berat sebelum tidur
3. Tidak memakan makanan atau minuman yang mengandung kafein (kopi, teh, coklat) sebelum berangkat waktu tidur.
4. Menggunakan pakaian yang bersih
5. Kebersihan tempat tidur dijaga.
6. Tidak membawa barang-barang seperti BB, handphone atau laptop/iPad ke ranjang sehingga tidak mengganggu konsentrasi untuk tidur.
Jika hal tersebut sudah dilaksanakan tetapi masih sulit tidur maka ada baiknya memulai pengobatan dengan hal yang paling ringan dulu yaitu dengan menggunakan suplementasi Melatonin. Jika masih sulit tidur juga baru menggunakan obat-obatan berdasarkan petunjuk dan pengawasan dokter.

Es Cendol Mantap

Jika ke Jawa, jangan lupa mencoba minuman khas ini….
Es Cendol


Siapa yang belum pernah merasakan kenikmatan tiap teguminuman segar ini? Yup…Ini adalah es cendol, yang memiliki nama popular Jawa dengan sebutan “Es Dawet”. Rasanya manis dan gurih, bila dipastikan anda menyukainya. Minuman khas ini terbuat dari paduan cendol yang terbuat dari tepung beras yang gurih dengan balutan santan yang terasa manis di lidah. Dua paduan ini menghasilkan rasa yang tak tertandingi, inilah sebuah cita rasa nusantara.
Buliran-buliran cendol yang berasal dari tepung beras ini akan terasa dalam setiap suapan. Warna buliran cendol itu berwarna hijau yang berasal dari pewarna alami daun pandan. Aroma dan warna daun pandan yang hijau alami meningkatkan cita rasa es cendol. ini akan terasa nikmat jika diminum saat cuaca panas.
Karena pewarna yang digunakan berasal dari daun pandan. Jadi tak ada lagi yang dikhawatirkan untuk kesehatannya. Jika anda suka…Silahkan coba! Rasa cendol memang sangat tepat untuk kesegaran di siang hari, Silahkan mencoba!

Jangan Tinggalkan Rumah dengan Perut Kosong

Tak bisa dipungkiri kebanyakan orang gemar melewatkan waktu sarapan. Berbagai hal jadi alasan, mulai dari tak punya waktu, tidak terbiasa, atau karena sedang menurunkan berat badan. Padahal melewatkan waktu makan di pagi hari ini bisa merugikan kesehatan.
Tubuh memerlukan energi untuk beraktivitas. Ketika tidur malam hari, tubuh menggunakan cadangan makanan yang ada untuk melakukan kerja organ-organ vital, seperti jantung, paru atau ginjal. Karenanya saat bangun pagi, cadangan energi (glikogen) biasanya sudah habis, cadangan lemak tinggal sedikit, dan tersisa cadangan protein.
Karena habisnya cadangan glikogen, tubuh memberikan sinyal lapar. Bila tidak ada respon, tubuh akan menggunakan lemak, bahkan protein untuk mempertahankan kadar glukosa dalam darah.
"Jika tidak sarapan, protein akan terpakai sedikit. Padahal protein adalah sesuatu yang perlu disimpan dalam otot untuk bekerjanya organ-organ. Pada orang yang sakit protein akan mempercepat proses kesembuhan. Karenanya jumlah protein harus dijaga," papar dr.Inge Permadhi, Sp.GK, ahli gizi klinik dari FKUI/RSCM Jakarta.
Berkurangnya cadangan glikogen juga akan membuat gula darah turun sehingga kita akan merasa pusing, lelah, mengantuk, bahkan tidak bisa berkonsentrasi saat beraktivitas.
Pada anak-anak, kebiasaan tidak sarapan tersebut bisa memengaruhi kemampuan belajarnya di sekolah. "Anak yang malas sarapan juga terancam kurang gizi, karenanya mereka akan tumbuh pendek," imbuh dr.Inge.
Melewatkan waktu sarapan ternyata juga merugikan orang yang sedang berdiet. "Bila tidak sarapan nafsu makan di siang hari cenderung meningkat sehingga porsi makan juga berlebihan. Lama-lama tentu tubuh menjadi gemuk," katanya.
Sarapan yang baik, menurut dr.Inge, seharusnya mengandung 20-25 persen kebutuhan kalori per hari. "Kalau tidak biasa mengonsumsi makanan berat, boleh porsinya 20 persen saja dari total kalori, tapi nanti ada snack pagi sebelum makan siang," katanya.
Selain karbohidrat, menu sarapan disarankan juga mengandung protein, lemak, serta vitamin dan mineral. Bentuknya bervariasi, misalnya nasi uduk dengan telur, bubur ayam, roti isi tuna dan sayuran, atau oatmeal. Lengkapi dengan buah, jus buah, yoghurt, atau susu.
Kebiasaan sarapan sebaiknya dibiasakan sejak dini. Orangtua bisa memberi contoh dengan cara meluangkan waktu untuk sarapan bersama di pagi hari. "Anak-anak harus dibiasakan sarapan, apalagi pada hari sekolah," ujarnya.

8 Tipe Kepribadian Ini Pengaruhi Kesehatan


Dapatkah tipe kepribadian seseorang mengungkap semua hal tentang kesehatannya? Jawabannya adalah ya! Pasalnya, terdapat banyak bukti yang mengindikasikan bahwa karakter kepribadian dapat memengaruhi kualitas kesehatan seseorang.
"Kepribadian merupakan hasil dari pengaruh gen dan lingkungan.  Dengan mengetahui Anda termasuk karakter mana bukan tidak berarti akan mengidap sejenis penyakit tertentu seperti jantung misalnya, tetapi setidaknya menjadi waspada akan risiko kesehatan," ungkap Dr Martin Hagger, pakar psikologi kesehatan dari Universitas Nottingham dan Universitas Curtin, Australia.
Manfaat positif lainnya, kata Hagger, Anda juga memeroleh kesempatan mengenal dan menganalisis aspek yang kurang sehat dalam karakter Anda, seperti kebiasaan merokok atau minum alkohol.
Berikut adalah beberapa tipe kepribadian seseorang beserta kondisi kesehatan yang biasa dikaitkan dengan karakternya :
1. Tipe Periang, Optimistis
Mereka yang masuk kategori ini biasanya punya pandangan yang luas akan kehidupan, tetapi mereka yang optimistis cenderung kelebihan berat badan.
Para ahli dari Doshisha University di Kyoto, Jepang, meneliti pria dan wanita obesitas yang sedang menjalani program pelangsingan termasuk konseling, latihan olahraga dan pengaturan nutrisi.
Peneliti menemukan, mereka yang pikirannya paling positif justru mencatat penurunan berat badan paling sedikit.  Diduga, dengan melihat sisi terang membuat pasien tidak terlalu peduli akan berat badannya dan selalu terjebak dalam godaan.
Sementara itu temuan peneliti  Universitas California AS menunjukkan, rasa percayaan diri mengatasi kesulitan hidup serta kerelaan justru dapat memicu risiko lebih besar.  Hal ini juga dapat menjelaskan mengapa mereka berkarakter periang relatif meninggal di usia muda.
Psikolog Dr Howard S. Friedman menganalisa data lebih dari  1.500 anak usia 10 tahun dan memantau perkembangannya hingga usia dewasa. "Mereka yang punya selera humor saat anak-anak rata-rata berumur pendek dibandingkan mereka yang kurang riang ." Riset lain di Universitas Stanford menemukan bahwa anak-anak tipe periang memiliki kecenderungan melakoni hobi yang lebih berisiko
2. Tipe Cemas
Para ahli di Universitas Descartes, Paris, dan Centre for Addiction and Mental Health, Toronto, Kanada, menemukan mereka yang berkepribadian needy  (terlalu berharap) lima kali berisiko mengidap masalah pencernaan seperti tukak lambung.
Orang yang dependen dan secara emosional kurang stabil juga cenderung merokok dan minum alkohol, punya kebiasaan makan tidak teratur dan gangguan tidur.  Semua kebiasaan itu dapat memicu rata-rata produksi asam lambung menjadi tinggi sehingga memicu tukak lambung.
Tingginya kadar hormom stres kortisol juga dapat memicu sakit kepala, jerawat dan infeksi kandung kemih.
Kabar baiknya? Mereka yang bertipe cemas ini lebih banyak melakukan seks, menurut sebuah penelitian dari Sheffield University, Inggris.
"Wanita yang bermasalah neurotik cenderung punya lebih banyak pasangan untuk hubungan jangka pendek, yang mengindikasikan adanya hubungan antara gairah seks mereka  dan kepribadian," Dr Virpi Lummaa, dari Departmen Ilmu Tumbuhan dan Binatang di  Inggris
Hal ini mungkin terjadi karena ketakutan akan tidak menemukan orang yang tepat atau gagal bereproduksi membuat mereka lebih sering melakukan hubungan seks dengan lebih banyak pasangan.
3. Tipe Sensitif
Pria yang tipenya cenderung seperti wanita — simpatik dan pengiba  — memiliki kadar stres yang lebih rendah dan berisiko lebih kecil mengalami serangan jantung, menurut sebuah riset di Universitas Glasgow Skotlandia.
Dalam riset itu, para pria diberikan nilai ‘maskulinitas’ dan ‘kewanitaan’ berdasarkan perilakunya seperti kemampuan memimpin, keteladanan, agresi, pengambilan risiko, afeksi, rasa belas kasih dan sensitivitas pada kebutuhan orang lain.
Penelitian menemukan, kecenderungan atau risiko pria mengidap penyakit jantung kronis mengalami penurunan seiring dengan nilai 'kewanitaan'.  Para ahli menyatakan, keterlibatan mereka dalam perasaan menyebabkan para pria lebih dapat menyampaikan emosinya dan memeroleh dukungan  termasuk berkonsultasi ke dokter.
4. Tipe Argumentatif
Permusuhan (hostile) dan perilaku agresif adalah salah satu kepribadian yang tidak sehat. Dalam studi terhadap 448 wanita yang menjalani pusat skrining payudara di Oncological Hospital of Kifissia, Athena, terungkap bahwa tipe perempuan tipe hostile cenderung mengidap kanker payudara.
Penelitian lain terhadap 61 pria yang mengidap kanker colon oleh ilmuwan di Creighton University School of Medicine, Nebraska, menemukan  peningkatan risiko yang serupa.  Diduga bahwa permusuhan dan amarah menghambat efektivitas sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat tubuh lebih rentan sakit.
Amarah juga memberi 50 persen peningkatan risiko memburuknya kesehatan, kata peneliti dari Mount Sinai School of Medicine di New York. Orang yang marah merespon stres dengan lebih cepat dan kuat baik secara mental maupun fisilogis, sehingga meingkatkan tensi darah dan detak jantung — menyebabkan  kerusakan pada sistem kardiovaskuler.
5. Tipe Ramah
Menurut riset para ahli di Universitas Milan, pria berkepribadian ekstrovert berisiko lebih rendah mengidap sakit jantung. Mereka juga tidak mudah terkena infeksi dan lebih cepat pulih dari penyakit.
Hal ini terjadi akibat menurunya hormon stres, pasalnya  - para ekstrovert mampu mengatasi ancaman terhadap dirinya dengan lebih baik. Dan jika mereka merasa memiliki masalah kesehatan, mereka akan mengungkapkannya.  Pria yang ekstrovert juga cenderung punya lebih banyak anak.
6. Pemalu
Menurut penelitian, mereka yang punya sifat pemalu  50 persen berisiko lebih besar mengidap sakit jantung. Peneliti dari  Universitas Northwestern Chicago yang melakukan studi selama 30 tahun menyatakan hal ini disebabkan para pemalu cenderung memilih hidupnya terlindungi sehingga bila menemukan situasi baru menjadi lebih mudal stres.
Tipe pemalu juga lebih rentan terhadap infeksi virus seperti selesma yang lebih banyak dipicu akibat stres, menurut peneliti dari Universitas California.
"Tampaknya orang yang sensitif menjadi mudah merespon  stres lebih kuat ketimbang mereka cuek," kata Bruce Naliboff salah seorang peneliti.
7. Tipe Bodoh
Rendahnya IQ berhubungan dengan risiko yang lebih besar mengalami kecemasan, demensia dan gangguan stres pascatrauma, kata  peneliti dari Universitas Edinburgh.
Selain itu, riset yang dilakukan peneliti dari Harvard School of Public Health  terhadap anak-anak dengan  IQ  rendah menemukan peningkatan risiko depresi dan skizofrenia.
Salah satu teorinya sederhana : orang yang intelejensianya rendah butuh waktu lebih lama memahami pentingnya hidup sehat. Rendahnya IQ anak juga mengancam anak-anak menjadi rentan terhadap beberapa jenis gangguan mental.
8. Tipe 'Virtuous' (berbudi baik)
Seperti yang diharapkan, mereka yang teliti akan menuai manfaat dari sisi kesehatan, ungap penelitian dari University of Edinburgh and the Social and Public Health Sciences Unit di Glasgow.
Mereka yang memiliki tipe ini cenderung terhindar dari semua jenis penyakit seperti diabetes, hernia, masalah tulang, strok bahkan Alzheimer
Hasil tinjauan dari sekitar 190 riset menunjukkan bahwa orang yang teliti melakukan perilaku konsisten yang mendukung kesehatan, seperti rutin berolahraga dan diet makanan sehat.

Apa Sih Beda Mentega dan Margarin?


Mentega dan margarin tampilannya nyaris sama, berwarna kuning dan pekat. Ada yang teksturnya lembut, ada pula yang kaku seperti sabun batangan. Ada yang dibungkus kertas aluminium atau plastik, ada juga yang dikemas dalam mangkuk atau kaleng. Apa sebenarnya perbedaan kedua produk ini? Mana yang lebih sehat?

Pada dasarnya, mentega dan margarin memiliki jumlah kalori yang sama. Mentega biasanya mengandung lemak alami, dan beragam manfaat nutrisi lainnya seperti vitamin A, D, E, dan K, yang larut dalam air. Manfaatnya antara lain untuk menguatkan tulang dan fungsi-fungsi tubuh lainnya. Namun  untuk menentukan mana yang lebih sehat, Anda perlu mengetahui kandungan lemak dari keduanya.
Mentega dibuat dari lemak hewani, dan memiliki kandungan kolesterol diet maupun lemak jenuh yang tinggi. Kolesterol sebenarnya diperlukan untuk perkembangan otak, elastisitas sel, dan usus yang sehat. Namun kandungan lemak jenuhnya yang tinggi membuat mentega tidak hanya meningkatkan kolesterol total, tetapi juga kolesterol jahat (LDL). LDL inilah yang biasanya menyumbat arteri, dan menyebabkan penyakit jantung. Menurut petunjuk makan sehat, kita sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 10 persen kalori total seperti lemak jenuh.
Meskipun begitu, dari segi rasa umumnya orang lebih memilih mentega daripada margarin. Situs Natural Cooking Club (NCC) menyebutkan, tekstur mentega sangat lembut di suhu ruang, memiliki aroma susu yang enak, dan mudah meleleh di suhu hangat. Di pasaran, merek mentega yang tersedia antara lain Orchid, Wysman, dan Elle & Vire.

Sedangkan margarin, biasanya terbuat dari lemak nabati, dan kandungan lemak jenuhnya lebih sedikit daripada mentega. Margarin kaya akan lemak tak jenuh yang mengandung omega-3 dan omega-6. Beberapa jenis margarin yang tersedia di pasaran adalah Blue Band, Simas, Palmboom, dan sebagainya.
Meskipun demikian lemak nabati cenderung meleleh dalam suhu ruangan, sehingga dibuat lebih padat melalui proses hidrogenasi. Proses ini menghasilkan lemak trans yang diperkirakan meningkatkan kadar LDL, dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). HDL memberikan pertahanan terhadap lemak yang menyumbat arteri. Lemak trans ini dianggap lebih berbahaya untuk kesehatan daripada lemak jenuh.

Karena produsen makanan dan masyarakat umum mulai menyadari pengaruh negatif lemak trans, kini mereka menciptakan margarin non-hidrogenasi. Dalam margarin jenis ini tak ditemukan lagi lemak trans. Selain itu, tekstur margarin jenis ini lebih lembut daripada margarin stik yang lebih kaku. Produsen biasanya menambahkan sedikit minyak sawit sebagai pengganti minyak sayuran cair yang dihidrogenasi, sekaligus untuk membuat margarin lebih mudah dioleskan.

Inilah yang membedakan margarin dari mentega. Formulasi mentega hingga sekarang tidak berubah; masih terbuat dari krim dan mengandung lemak jenuh yang tinggi. Sisi baiknya, mentega lebih alami karena tidak menggunakan bahan kimia atau manipulasi yang tidak perlu. Pilihan yang tersedia sekarang adalah whipped butter, yaitu mentega asli yang sudah dikocok untuk memasukkan udara ke dalamnya. Mentega kocok lebih sedikit kalori dan lemaknya daripada mentega biasa, berkat udara tersebut. Cita rasanya pun sama dengan mentega biasa.
Margarin bisa menjadi pilihan yang lebih sehat, asal Anda memilih betul jenisnya dengan mengecek informasi gizi pada label kemasannya.
1. Cari margarin dengan lemak trans 0 gr.
2. Sebaiknya tidak memilih margarin dengan informasi "partially hydrogenated oil".
3. Kandungan lemak jenuh sebaiknya sebesar 2 - 2,5 gr saja (atau kurang) per porsi. Jika lebih tinggi, kemungkinan mengandung banyak minyak sawit.
4. Cari yang bahannya lebih alami dan diproses secara minimal, karena seringkali produk ini mengalami manipulasi.
Sebagai tambahan, NCC menyebutkan, sebagai bahan kue -terutama cake- baik mentega maupun margarin mempunyai kelebihan dan kekurangan. Mentega punya aroma yang enak, tetapi terlalu lembut, dan daya emulsinya kurang baik, menyebabkan tekstur kue kurang kokoh. Sedangkan margarin aromanya tidak seenak mentega, tapi daya emulsinya bagus sehingga bisa menghasilkan tekstur kue yang bagus. Umumnya orang lalu mencampur mentega dan margarin dengan perbandingan 1:1, untuk mendapatkan aroma yang enak sekaligus tekstur kue yang memuaskan.