My Trip...


Heloo guys.
Perkenalkan namaku Sagab D’Gabs.
Disini aku hanya ingin sekedar cerita2 perjalanan dan cerita petualanganku selama beberapa tahun ini.hehe...


Oke,bermula dari ide iseng bebrapa kawanku yang ingin ngajak mendaki gunung.Karena mereka belum pernah merasakan nikmatnya berada di puncak dan “take picture” sambil narsis2 rame,akhirnya muncul nama sebuah gunung di pikiranku.Arjuna.Sebuah gunung yang notabene nya keren,seru,menantang,dan asik dah.Terbesit pula dalam pikiranku untuk mengajak kawan2 dari sekolah lain.So,kuputuskan untuk membuat sebuah pamflet yang di tag di facebook agar kawan2 tersebut juga bisa ikut baca dan gabung dalam pendakian ini.
Selama beberapa waktu,7 orang teman2ku(aku,agil,satria,dwi,gicun,juned,dan ian) melakukan olahraga ringan sebelum melakukan pendakian.Soalnya hanya beberapa saja yang sudah pernah mendaki,dan sebagian yang lain belum pernah sama sekali.
Selama masa "warming up",sesekali saya juga melakukan koordinasi terkait persiapan perbekalan,angkutan,dll supaya perjalanan bisa tenang dan puas,karena tujuan perjalanan ini tak lain untuk bersenang senang di alam bebas,cari pengalaman baru dan bersyukur atas ciptaanNya.
Dan akhirnya hari pendakian pun tiba.
Kami berlima berangkat dari kecamatan dau naik mobil.2 orang kawan kami sudah menunggu di pandaan.Sebenarnya,peserta pendakian ini berjumlah 10 orang.Namun karena beberapa kawan ada jadwal yang berbenturan,jadi mereka memutuskan mengundurkan diri.Okelah.Tak apa apa.Mungkin mereka bisa ikutan di lain kesempatan.
Waktu pun terus berlalu,dan akhirnya kami tiba di bypass Pandaan.Kami terus naik sampai akhirnya berhenti di sebuah villa milik 2 orang kawan kami yang terletak di bawah hotel Royal Senyiur.Tanpa berlama2,kami pun berangkat menuju pintu masuk kawasan Tahura R Soeryo Arjuna.


Sesampai d pos pintu masuk,kami melakukan pengecekan persiapan terakhir di mushola.Kami sempat melakukan ibadah bersama2 dan memohon agar di beri kemudahan dalam melakukan perjalanan ini.Setelah selesai melakukan pengecekan,kami pun segera berangkat.


Sedikit guyonan,ketika kami melintas di pos perijinan,kami di panggil oleh petugas.Wajarlah,mungkin mereka hendak mendata jumlah rombongan,biaya akomodasi,dsb.Namun setelah duduk dan menunjukkan KTP kawan kami yang berdomisili di prigen,kontan petugas pos tertawa dan langsung saja mempersilahkan kami naik tanpa membayar dan hanya di mintai jumlah anggota.(oalah paak...)
Dan akhirnya pada pukul 14.25 di jam saya, dengan langkah pasti,kami bertujuh pun mendaki gunung Arjuna.Cuaca waktu itu sedang agak mendung.Namun matahari masih samar2 nampak dari balik awan.
Belum sampai di pos Pet Bocor,gerimis datang.Dengan sigap,kami segera mengeluarkan mantel masing2 dan segera melanjutkan perjalanan.Sesampai di Pet bocor,kami bertemu dengan pendaki lain yang hendak turun.Kami bersalaman dan tak berlama2,kami pun naik. Ditengah perjalanan,hujan berhenti mengguyur.Kami sepakat istirahat,sambil melepas lelah.Setelah di guyur hujan gerimis,hutan Arjuna seperti mengeluarkan aroma khas dan tidak biasa kita jumpai di kota.Bau harum dedaunan yang terkena air hujan ini membuat kami serasa bersyukur atas ciptaanNya yg tak habis2.Karena tidak ingin kemalaman di jalan,kami pun segera melanjutkan perjalanan.Ditengah perjalanan ke pos kokopan,masalah muncul.Salah seorang anggota kami,Dwi,mengalami sakit perut.Namun bukan mulas atau ingin BAB,tapi menurut saya ini adalah gejala AMS(acute mountain sickness),yakni penyakit yang di alami oleh pendaki pemula yang baru pertama kali mendaki gunung.Biasanya gejala ini terjadi setelah berjalan menanjak sekitar 3 jam atau lebih.Dengan pengalaman yang sudah saya dapatkan,saya memutuskan agar tim beristirahat,dan memberi si dwi minyak angin agar dia segera aklimatisasi(membiasakan diri) dengan kondisi pegunungan sehingga kita bisa meneruskan perjalanan.Sekedar info aja,AMS biasanya bisa hilang ketika kita mengajak pendaki turun ke daerah yang lebih rendah agar dia bisa aklimatisasi.Tanda2 munculnya AMS adalah sakit kepala,pusing,bernafas pendek2,mual,dan perasaan tidak enak.Oleh karena itu bagi agan2 yang masih belum pernah melakukan pendakian,ada baiknya berlatih fisik terlebih dahulu supaya badan terbiasa dengan beban2 berat dan medan yang terjal.


Kurang lebih 3 jam 10 menit,kami tiba di pos kokopan.Disini kami istirahat agak lama sembari bikin2 minum dan mengisi perbekalan air kami.Suasana ramai sekali karena ada beberapa murid sekolah lanjutan yang mengadakan diklat.Cuacanya pun agak sedikit berkabut,sehingga kami putuskan mempercepat waktu istirahat agar kabut tidak keburu naik juga.30 menit lamanya kami berada disini,dan akhirnya kami segera berangkat lagi.Kondisi Dwi pun berangsur membaik dan kami mempercepat langkah kami agar segera sampai pos welirang.

Perjalanan menuju pos welirang tidak sejauh dari pos pet bocor ke kokopan.Jalanan lebih di dominasi tumpukan batu2 besar dan tidak kokoh,sehingga kawan2 kami berhati2 dalam melangkah.Setelah berjalan kurang lebih 1 jam,hujan gerimis mengguyur.Dengan kondisi yang hampir gelap,kami bergegas mengeluarkan mantel dan senter sebagai persiapan melakukan perjalanan malam hari.Perjalanan pun berlanjut.Semakin naik,hujan kian reda.Namun kali ini kabut menjadi masalah berikutnya yang harus kami hadapi.Kami pun merapatkan barisan dan saling menjaga agar tidak terpencar.Jarak pandang saat itu kurang dari 5 meter,sehingga berbahaya apabila kami berjalan cepat.


Akhirnya,setelah menempuh perjalanan malam yang mencekam dan berbahaya,kami bertujuh sampai di pos welirang dengan selamat.Sebuah usaha yang tidak sia2 dari kawan2 kami menembus gelapnya hutan Arjuna dan kabut yang membayang2i.Tanpa banyak bicara,kamipun segera mencari tempat untuk mendirikan tenda kami.Disini masalah berikutnya muncul.Kondisi gelap gulita menyulitkan kami mencari tempat yang baik untuk mendirikan tenda.Hujan pun mengguyur di sertai angin kencang membuat kami kesulitan memantau daerah sekitar.Ditambah kondisi fisik yang semakin habis.
Tanpa pikir panjang saya memutuskan untuk mendirikan tenda di samping sebuah jeep tua milik para penambang belerang.Kebetulan jeep tersebut lumayan besar sehingga bisa menutupi tenda kami gempuran angin dan hujan.Dengan kekuatan yang masih tersisa,kami bertujuh mendirikan tenda.Tanpa mempedulikan angin kencang dan air hujan yang menetes.Tenda pun berhasil berdiri.Kami juga menambah beberapa batu sebagai tambahan beban di beberapa pasak agar tidak lepas ketika tertiup angin kencang.Kami segera masuk ke tenda dan menata barang2 kami.Waktu itu saya kebagian menyiapkan makan malam.Namun saya tidak sendirian,dibantu oleh kawan2 lain yang ikut menyiapkan.Setelah makan malam,kami pun segera tidur guna persiapan pendakian puncak esok hari.




Keesokan harinya,kami muncak sekitar pukul 8 pagi.Kami berangkat setelah melakukan ibadah Subuh dan makan pagi.Cuaca berawan tidak menyurutkan semangat kami untuk ke puncak.Jalanan terlihat basah karena guyuran hujan sepanjang malam.Kami berusaha agar tidak terpeleset karena jalanan masih licin.Sesampai di padang rumput,kami istirahat sejenak sambil foto2 dan narsis gila(maklum,udah di gunung).Sebentar saja kami disana,setelah itu kami meneruskan perjalanan.Dalam perjalanan ini kami bertemu dengan rombongan yang baru turun dari puncak.Mereka berjumlah 5 orang berasal dari Pasuruan.Mereka berkata bahwa semalam di puncak terjadi badai yang menyebabkan tenda mereka rusak.Kami pun berterima kasih atas info dari mereka.Namun,kami tak gentar dan tetap meneruskan perjalanan.Semakin ke puncak,cuaca makin berawan.Kabut tebal pun mengiringi perjalanan kami.Jalan yang terjal menambah kesulitan perjalanan kami.Kami terus maju dan melawan kabut.






Semakin naik,kabut semakin tebal.Kali ini di sertai angin kencang.Ketika itu saya berpikir apakah saya harus melanjutkan pendakian??bagaimana jika ada anggota yang hilang gara2 terjebak kabut??Tapi mereka ingin sekali ke puncak??Saya tidak mau mengecewakan mereka.Saya tidak ingin pendakian ini sia2.Saya pun bimbang dengan masalah ini.Benar2 sebuah pilihan yang sulit.
Saya mengatakan bahwa sebenarnya puncak hanya tinggal beberapa meter saja.Namun suara angin disertai hujan dan kabut membuat saya harus memberikan mereka pilihan antara kembali ke pos welirang atau lanjut.Dan akhirnya dengan pertimbangan matang dan dapat diterima semua pihak,kami pun sepakat kembali ke pos welirang.Keputusan ini di ambil dengan mempertimbangkan faktor keamanan.Karena di atas badai sedang berkecamuk dan kami tidak ingin ada anggota rombongan yang terkena bahaya.
Dan akhirnya,pendakian berakhir di ketinggian sekitar 3000 mdpl.Rombongan kami bergegas turun dan kembali menghimpun tenaga untuk perjalanan pulang.




Nah,dari kisah perjalanan di atas dapat kita petik sebuah hikmah bahwa setiap keputusan itu tidak boleh hanya di terima satu pihak.Ketika kita ingin mencapai suatu tujuan,hendaknya di pikirkan bersama baik buruknya.Adakalanya pilihan tersebut tidak berpengaruh untuk kita,namun bagi orang lain?Belum tentu.Kita disini hidup bersama.Dan mustahil kita tidak membutuhkan bantuan orang lain.Dalam kasus di atas sebenarnya ada asumsi yang pas yang membuat kami memutuskan untuk turun.Yakni,ketika kita sampai di puncak toh kita juga belum tentu bisa mengambil gambar karena kondisinya sedang berkabut dan badai.Maka dari itu ketimbang kami capek2 menembus badai yang entah belum jelas bagaimana di atas sana,kami lebih memilih aman,yakni kembali turun dan mempersiapkan kekuatan untuk pulang kemudian merencanakan pendakian lagi di lain waktu.Mungkin agan2 berpikiran kalau saya ini cemen,takut badai,dsb.Okelah saya terima.Tetapi saya juga melihat kondisi rombongan.Mereka rata2 belum pernah mendaki gunung2 besar di atas 3000 mdpl.Saya lebih memilih disebut pendaki penakut yang membawa kembali pulang semua rombongannya daripada pendaki pemberani yang pulang dengan kondisi rombongan tidak lengkap.Sungguh sangat disayangkan kan??
Oleh karena itu,Saya mengajak diri saya pribadi beserta agan2 petualang disana untuk kembali merenungi untuk apa kita hadir disini.Untuk apa kita melakukan ini semua.Bukan untuk pamer dan sombong kita melakukan kegiatan semacam ini.Namun melatih diri agar tidak menjadi pemuda yang serba ada dan tidak mau bekerja keras demi bangsa dan negaranya.Mari kita jaga Bumi ini sebagai upaya bentuk pengabdian kita para penjaga alam kepada Negeri ini dan yang pasti kepada Dia yang menciptakan Bumi seindah ini sehingga kita bisa menikmati keindahannya.
SALAM PETUALANG….













0 komentar: